Ada beberapa orang yang kurang puas kalau hari-harinya tidak di isi dengan marah. Kalau sudah marah dan ngamuk-ngamuk rasanya sudah plong dan bisa berkonsentrasi. Benarkah marah merupakan solusi?
Saya sering makan suatu warung mie ayam di daerah cikarang bersama anak dan istri saya. Bukannya warung tersebut sangat nikmat dan paling enak melainkan karena pelayan-pelayannya yang sangat ramah dan suasana warungnya yang sangat nyaman. Pernah ada pelanggan yang marah-marah karena ada kesalahan yang di lakukan pelayan. Tetapi sama si pelayan bukannya di marahin balik atau adu mulut tetapi justru di ajak duduk dan si pelayan minta maaf atas kekhilafannya. Dan justru pelanggan yang marah-marah tersebut menjadi pelanggan yang setia karena pelayanan yang bagus dan ramah.Saya seringmelihatnya datang lagi kalau hari minggu.
Dari sedikit cerita di atas bisa di ambil kesimpulan bahwa menghadapi masalah dengan tidak marah akan mendatangkan rezeki yang terus menerus karena banyaknya doa yang baik dari orang-orang yang di layaninya. Bahkan rezeki akan terus bertambah karena bertambahnya pelanngan yang datang. Coba kalau pelayannya selalu marah-marah, pastiny pelannggan akan cepat-cepat kabur dan boro-boro akan datang lagi. Kabuuur.
Dari beberapa kutipan ternyata marah juga bisa mendatangkan penyakit lho:
1. Merusak Jantung. Baru-baru ini, Journal of the American College of Cardiology mengeluarkan karya ilmiah bertajuk hubungan antara marah dengan penyakit jantung.
Yoichi Chida, MD, Ph.D dari Departemen Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat, University College, London mengemukakan bahwa marah dan sikap permusuhan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner sebesar 19% pada orang sehat. Pada mereka yang sudah punya riwayat penyakit jantung sebelumnya, peningkatan ini mencapai 24%.
2. Membahayakan Paru-Paru. Selain dengan penyakit jantung, marah dan sikap permusuhan juga berkaitan dengan kematian, asma, dan paru-paru. Tingkat sikap permusuhan yang tinggi semakin mempercepat terjadinya penurunan alami fungsi paru-paru. Kesimpulan tersebut merupakan hasil analisis terhadap penelitian US Normative Aging Study kepada 670 laki-laki.
3. Demi Kebaikan Manusia. Demikian sekilas rahasia di balik perintah menahan marah. Dahulu, siapa mengira marah dapat menimbulkan sakit jantung dan melemahkan kerja paru-paru? Bahkan sebagaimana dikutip di atas, ilmuwan modern pun membuat anjuran mengurangi marah dan sikap memusuhi, selaras anjuran Al Quran dan Hadits. Hal ini membuktikan kebesaran Allah atas segala hikmah dibalik perintah-Nya.
Masih mau menyelesaikan masalah dengan marah?
Referensi: Groups.yahoo.com
Image credit: rsf-gudangilmu.blogspot.com
no comment untill now